Rabu, 28 Oktober 2009

Pemuda dengan Sumpahnya

Tema : Peran Sumpah Pemuda Sebagai Pilar Kepemudaan dan Kemahasiswaan

Pemuda Dengan Sumpahnya

Oleh : Kurnia Chris Pradana Wicaksono

Sumpah pemuda adalah perwujudan pemuda Indonesia pada periode penjajahan setelah kebangkitan nasional (1908). Sebuah dekonstruksi ideologi pemuda saat itu yang menonjolkan arogansi kedaerahannya, menjadi sebuah ikrar yang membentuk semangat nasionalisme. Ikrar tersebut memuat 4 prinsip yaitu kemandirian, kemerdekaan, kesetaraan, dan identitas. Ikrar inilah yang menjadi cikal bakal konsep negara bangsa.

Sepert ideologi sebuah perhimpunan pemuda (Perhimpunan Indonesia) pada masa itu yaitu kesatuan nasional, solidaritas, non kooperatif, dan swadaya; pemuda Indonesia mulai sadar akan pentingnya sebuah persatuan dalam kesatuan. Mereka mulai membredel kegairahan etnis mereka dan menghindari chauvinisme dan nasionalisme etnis. Peran pemuda sebagai propagandis saat itu membawa pengaruh yang besar dalam pengembangan konsep negara bangsa kala itu.

Namun kini, konsep negara bangsa sudah mulai bergeser. Globalisasi yang membuat konsep negara bangsa dipandang tidak relevan lagi dan dikatakan tidak realistis. Negara mulai mempertahankan kepentingannya dalam menjaga hubungan global. Padahal, mengeliminasi konsep negara bangsa, sama saja menghilangkan sumber inspirasi untuk menjaga eksistensi negara dan kepentingannya. Arus globalisasi menjadi transparan. Globalisasi menyatakan pergeseran konsep negara bangsa yang berlandaskan bukan semata-mata pada pilar individu (self) dan masyarakat yang berdaulat (national society) namun juga pada dunia bangsa-bangsa nasional (world of national societies) serta bangsa manusia (mankind). Keempat unsur inilah yang menjadi unsur konstitutif negara bangsa.

Masalah dan problematika yang melanda sebuah bangsa akan selesai apabila bangsa itu memiliki pijakan. Pijakan itu adalah nasionalisme. Perasaan satu bangsa, satu tanah, dan satu bahasa harus selalu senantiasa tertanam dalam hati sanubari bangsa tersebut.

Bukan waktunya lagi bangsa ini dijajah baik dari luar maupun dalam negeri. Namun saat ini masih banyak pemuda Indonesia yang masih hidup dalam penjajahan atas dirinya sendiri. “Penjajahan yang membuat orang sulit untuk merasa merdeka adalah keterkungkungan pola pikir yang selalu melihat dari satu sisi saja,” begitu yang diunkapkan oleh Parlindungan Marpaung dalam buku Setengah Isi Setengah Kosong.

Mahasiswa memiliki kedudukan yang spesial (special position) di masyarakat, baik di dalam kampus maupun di luar. Kekhasan ini tampak dari beberapa atribut yang disandang mahasiswa yaitu intelektual muda, kelompok penekan (pressure group), agen pembaharu (agent of change), dan kelompok anti status quo. Keempat elemen inilah yang menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, berpikir lebih jauh ke depan, dan segera merealisasikannya. Menurut Burhanudin Ahmad Agin (Ketua Umum Komisariat Pangkalpinang KAMMI Daerah Kepulauan Bangka Belitung) yaitu “Ada lima hal pada pemuda adalah sebagai perubah, pengganti, penerus, pengontrol dan pelurus”. Oleh itu secara implisit dikatakan oleh Bapak Burhanudin yaitu kemajuan dan kehancuran sebuah bangsa terletak pada pemudanya. Sudah saatnya yang muda yang berbicara.

Sumpah pemuda sebagai pilar berdirinya semangat juang pemuda Indonesia untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Penyadaran kembali akan pentingnya sumpah yang daklamasikan oleh Mohamad Yamin pada 28 Oktober 1928 harus dilakukan terutama pada para pemudanya. Pemuda dan mahasiswa tidak bisa diam saja melihat naik turunnya kondisi pemerintahan. Karena kesunyian itu yang nantinya membawa bangsa ini menjadi bangsa yang sunyi, yang tak mempedulikan apa yang tengah bergejolak dalam masyarakat.

Sudah saatnya pemuda dan mahasiswa dengan semangat sumpah pemuda untuk merubah (change) keadaan yang buruk menjadi keadaan yang lebih baik . Dikatakan Sosiolog Nisbet, membedakan penggunaaan istilah change dengan evolution, dengan maksud untuk mendeteksi perubahan. Change diartikannya sebagai terjadinya diskontinuitas dalam proses kehidupan masyarakat ; sementara evolution diartikan sebagai terdapatnya suatu kontinuitas dalam proses yang sama. Dan selayaknya pemuda harus merubah kondisi masyarakat saat ini menjadi lebih baik. Pemuda berperan untuk menggerakkan hati sanubari masyarakat akan pentingnya nasionaisme bangsa Indonesia, bukan nasionalisme etnis. Nasionalisme etnis hanya akan membuahkan perpecahan. Sumpah yang menjadi ikrar pemuda adalah tanda bahwa pemuda benci akan sifat individualistis. Pemuda ingin bersatu, pemuda tidak ingin dijajah, pemuda ingin membangun Indonesia. Dan semangat inilah yang tidak boleh rusak sampai ke akar sebuah bangsa yaitu pemuda. Pernyataan demi pernyataan tersirat, gagasan demi gagasan dipikirkan, aksi demi aksi dijalankan, tetapi apa artinya jika itu hanya sebuah perjalanan yang tidak membuahkan kebehasilan bangsa. Sudah saatnya kita bergerak, menjalankan amanah sebagai pemuda Pancasila. Memiliki Ketuhanan, semangat kesatuan, dan selalu bersatu untuk menghilangkan arogansi yang ada.

Mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang sedang menekuni bidang tertentu. Mahasiswa sebagai kaum tepelajar dan intelektual harus tanggap dengan kondisi politik yang berkecamuk di luar keprofesian mereka. Mahasiswa sebagai calon pemimpin dan pembina pada masa yang akan datang ditantang untuk memperlihatkan kemampuan untuk memerankan peran itu. Mahasiswa sering dihadapkan pada kenyataan yang membingungkan dan dilematis. Apakah ia harus terjun ke dalam arus dan berusaha untuk mengarahkan dan mengendalikan arus itu atau sekedar manjadi penonton dan mengamati perubahan arus itu dari jauh, atau justru menjadi Koran obyek sasaran dari sebuah perubahan. Ini yang harus dijawab oleh mahaiswa saat ini. Sebagai bangsa majemuk berganda yaitu majemuk secara horizontal maupun secara vertical, mahasiswa harus mampu menjadikan etnis-etnis yang ada menjadi ekstensitas kekayaan masyarakat majemuk dan bukan menjadikan etnis menjadi yang utama dalam konsep negara bangsa. Oleh karena itu, mari pemuda Indonesia, melalui sumpah pemuda ini, jalankan amanah para pendahulu dan terus menatap ke depan untuk mencapai Indonesia yang lebih baik.

0 comments:

Poskan Komentar